Senin, 25 Agustus 2014

Diam sinyal kasih sayangku


Ketika kaki terus bergulir menuju jalan setapak di depan, ketika itu aku memperhatikan langkahmu. Entah bagaimana pusatku teralihkan kembali pada perjalanan kali ini, meski sudah sejak awal aku membatasi pikiranku dan perasaanku untuk berhenti mendekati imajinasiku. Khayalan tentang senyuman mu yang kelak akan menemaniku hingga tua menjelang, semua aku pupuskan dalam-dalam jauh sebelum sampai datangnya hari ini.
Sore hari dengan topangan yang kamu berikan, perjalanan itu terus mengacaukan hatiku. Kenyataannya aku berkata terimakasih, tetapi dalam hatiku berteriak ‘lagi-lagi aku menemukanmu dalam hatiku’. Dan kini aku kisahkan perjalanan panjangku di belakang langkah kakimu.

Pagi buta, aku melihat ada yang aku tunggu untuk segera aku temui
Pagi buta, dari jarak ratusan kilo ada yang aku harap segera aku temui
Berlari mengitari rasa rindu ingin bertemu aku tahan
Berlari mendekati waktu segera datang aku lakoni
Detik itu tiba, ketika aku menemui apa yang aku ingini
Di balik sepasang mata yang belum sempat aku sapa lekat
Di balik wajah yang ingin aku pandangi
Kebiasaan lama aku jalani
Malam gelap, hawa dingin.
Di bawah pantulan bulan yang setengah terang
Aku memandangi dirimu
Aku sampaikan rinduku

Kamu tau, hari kemarin menjadi pengawal hari terindah ku di pagi ini. Perilakumu itu menahan mataku untuk terpejam, mereka seakan protes kalau nanti aku tertidur dan melewatkan hari ini.

Ada langkah yang aku tahan
Ada rasa juga yang aku simpan
Ketika kaki terus melangkah beriringan
Aku berharap hati kita pun demikian
Entah dari mana ide itu berasal
Mungkin karena aku terlalu banyak berkhayal

to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar