Kamis, 02 Juni 2016

Sesak

Mah, aku sesak
Menghirup tetapi tidak bernapas
Sesak
Di dada mah, bukan
Tapi tepat di tengah dada ku mah
Sakit
Menjalar hingga ke seluruhnya
Tapi terkadang sulit mah
Sulit untuk aku ucapkan seberapa sesak itu
Seberapa sering sesak itu
Betapa mengganggunya sesak itu mah
Sulit
Karena bila sesak itu keluar dari tubuhku
Entahlah, mungkin kamu, mah
Yang menggantikan rasa sesakku

Senin, 04 April 2016

Mengaduh sendiri

Ini semua tentang kamu
Sampai saat ini pun masih kamu
Kamu di mataku
Kamu dalam hatiku
Kamu di ingatanku
Kamu dalam kenanganku

Kamu tidak hanya berlalu bagai detik jam yang berputar lalu tidak terulang pada detik yang serupa
Kamu lebih dari sekedar teori paling rumit yang bisa aku contek jawabannya
Kamu selalu dan selalu berjalan di sampingku, di depan- belakang- bahkan saat kamu tidak disana

Kamu tau,
Aku di depan kamu, diam
Tapi ada sejuta keluhan yang ingin aku sampaikan
Sejuta pengaduan tentang aku, terhadapmu

Sekali lagi, itu tidak terjadi
Terhalang oleh bangunan besar yang tidak terlihat
Karena tidak ada kita diantara aku dan kamu ~

Minggu, 06 Maret 2016

Tranggulasih

Hanya sampai mataku menangkap bayanganmu
Aku hanya akan menunggu
Sampai tiba disana~

Rabu, 30 Desember 2015

Ku sebut Cinta

Mau mengungkapkannya
atau hanya menyimpannya
Tetap saja ku sebut cinta.

Mau dia tau
atau hanya aku yang tau
Tetap saja ku sebut cinta.

Mau ada disampingnya
atau hanya bisa memandangnya
Tetap saja ku sebut cinta.

Kalau Ada

Kalau ada yang berbisik tentangmu
aku akan pura-pura tidak tau
Kalau ada yang bicara tentangmu
aku akan pura-pura tidak mendengar
Kalau ada yang berjalan denganmu
aku akan pura-pura tidak melihat
Kalau ada yang menanyakanmu padaku
aku akan pura-pura jadi bisu

Karena aku tidak mau terlihat
terlihat terlalu memperhatikanmu.

Selasa, 22 Desember 2015

Jingga di pelupuk mata

Tiap kali aku ingin
Tiap kali aku akan
Tiap kali aku mencoba
Berbagi ceritaku dengan dirimu
Selalu saja aku gugurkan
Sebelum sempat aku tumbuhkan

Aku tidak berencana
Tidak berniat
Menumbuhkannya menjadi keegoisan
Membesarkannya dengan keserakahan
Aku hanya ingin menjaganya
Menjaga apa yang kamu jaga
Menjaga apa yang kamu pelihara
Karena dengan begitu
Aku juga menjaga perasaanmu
Aku juga menjaga kisahmu

Seperti jingga di pelupuk mata.

Sabtu, 12 Desember 2015

Kota Cinta



Aku ingin berpuisi.
Maka biarkan aku berpuisi.

Kamu lihat, malam ini
Malam ini begitu pekat
Menutup terang yang menyilaukan
Kamu rasakan, malam ini
Malam ini begitu hangat
Memamerkan bintang tanpa badai

Diambil di Bukit Cinta
Aku sedikit bermelodi
Tentang nada indah dari kegembiraan –ku
Aku cukup tau tentang perasaan ini.
Seperti api yang tak sempat menyampaikan nyalanya pada bara.
Seperti bintang yang tak bisa menyapa birunya langit
Seperti mata yang tak bisa melihat telinga
Seperti senja yang tak sempat menyapa pagi
Kebahagiaanku demikian
Hanya pada norma-norma yang aku rasakan
Hanya pada batas-batas yang boleh kulakukan
Kebahagiaanku demikian sederhana.